Matematika sering disebut sebagai bahasa alam semesta. Matematika adalah dasar pemahaman kita tentang dunia dan itu sangat penting dalam masyarakat modern seperti kita. Dimanapun kita dapat melihat dampak dari matematika, mulai dari kalkulator sampai satelit luar angkasa. Dengan demikian, matematikawan besar tidak akan diragukan lagi bahwa nama mereka akan tercatat dalam sejarah.
Berikut adalah sedikit ulasan mengenai beberapa ahli matematika terbaik dunia.
1. Pythagoras
Pythagoras of Samos (582 SM - 496 SM) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani
yang paling dikenal melalui teoremanya. Dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan sumbangan yang
penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM.
Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan
kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya
(sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak
diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan
kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan ini
secara matematis.
Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia
ini berhubungan dengan matematika, dan
merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus
beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena
alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika muridnya Hippasus
menemukan bahwa
, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk
membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
, hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk
membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.
2. Bernhard Riemann
Georg Friedrich Bernhard Riemann adalah matematikawan
Jerman
yang membuat sumbangan penting pada analisis dan geometri
diferensial, beberapa darinya meratakan jalan untuk pengembangan
lebih lanjut pada relativitas umum. Riemann menerima pendidikan dini dari ayahnya, seorang
pendeta Protestan Jerman. Pada waktu ia memasuki pendidikan tinggi tahun
1846, maksudnya adalah untuk mempelajari ilmu agama dan ilmu bahasa.
Beruntung untuk dunia matematika, ia memilih Universitas Gottingen, yang
telah dan selama 100 tahun berikutnya tetap merupakan pusat matematika
dunia. Di sana ia kena pengaruh W. E. Weber, seorang fisikawan kelas
satu dan Karl F. Gauss, matematikawan terbesar saat itu. Pada tahun 1851 ia menerima
Ph.D nya, setelah itu ia tinggal di Gottingen untuk
mengajar. Ia meninggal karena TBC, 15 tahun kemudian.
Hidupnya singkat, hanya 39 tahun. Ia tidak mempunyai waktu untuk
menghasilkan karya matematika sebanyak yang dihasilkan Cauchy atau
Euler. Tetapi karyanya mengagumkan untuk kualitas dan kedalamannya.
Makalah-makalah matematisnya menetapkan arah baru dalam teori fungsi
kompleks memprakarsai studi mendalam dari apa yang sekarang ini disebut
topologi, dan dalam geometri memulai perkembangan yang memuncak 50 tahun
kemudian dalam teori relativitas Einstein.
Kita asosiasikan Reimann dengan bab ini, karena walaupun Newton dan
Leibniz keduanya mempunyai sesuatu versi tentang integral dan mengetahui
Teorema Dasar dari kalkulus integral, Riemannlah yang memberi kita
definisi modern tentang integral tentu. Untuk menghormatinya, disebut
integral Riemann.
3. Rene Descartes
Rene Decartes dikenal sebagai ahli filsafat modern pertama yang besar.
Ia juga penemu biologi modern, ahli fisika, dan matematikawan. Descartes lahir di Touraine, Perancis, putra seorang ahli hukum, yang
lumayan kekayaannya. Ayahnya mengirim dia ke sekolah Jesuit pada umur
delapan tahun. Karena kesehatannya yang kurang baik, Descartes diizinkan
menghabiskan waktu paginya belajar di tempat tidur, suatu kebiasaan
yang dipandangnya berguna sehingga dilanjutkannya sepanjang hidupnya.
Pada umur 20 tahun ia mendapat gelar sarjana hukum (dapat dibayangkan
seorang SH yang juga ahli matematika) dan selanjutnya menjalani
kehidupan seorang yang terhormat, menjalani dinas militer beberapa tahun
dan tinggal beberapa waktu di Paris dan kemudian di Belanda. ia pergi
ke Swedia diundang untuk mengajari Ratu Christina dimana ia meninggal
karena pneumonia pada tahun 1650.
Descartes menyelidiki suatu metode berpikir yang umum yang akan
memberikan pertalian pada pengetahuan dan menuju dalam ilmu-ilmu.
Penyelidikan itu mengantarnya pada matematika yang ia simpulkan sebagai
sarana pengembangan kebenaran di segala bidang. Karya matematikanya yang
paling berpengaruh adalah La Geometrie, yang diterbitkan tahun 1637. Di
dalamnya ia mencoba suatu penggabungan dari geometri tua dan patut
dimuliakan dengan aljabar yang masih bayi pada waktu itu. Bersama dengan
seorang Perancis lainnya, Pierre Fermat (1601-1665), ia diberi pujian
dengan gabungan tersebut yang saat ini kita sebut sebagai geometri
analitik, atau geometri koordinat. Pengembangan lengkap kalkulus tidak
mungkin ada tanpa dia.
4. Gottfried Wilhelm Leibniz
Leibniz adalah seorang jenius universal, seorang pakar dalam hukum,
agama, filsafat, kesusasteraan, politik, geologi, sejarah, dan
matematika. Lahir di Leipzig, Jerman, ia mendaftar di universitas
Leipzig dan menggondol doktor dari universitas Altdorf. Seperti
Descartes, yang karyanya ia pelajari, Leibniz mencari suatu metode
universal dengan mana ia dapat memperoleh pengetahuan dan memahami
kesatuan sifat-sifat dasarnya. Salah satu keinginan besarnya adalah
mendamaikan keyakinan Katolik dan Prostestan.
Bersama dengan Isacc Newton, ia membagi penghargaan untuk penemuan
kalkulus. Masalah prioritas menyebabkan pertentangan yang tidak
henti-hentinya antara pengikut dua orang besar ini, satu Inggris, yang
lainnya Jerman.
Sejarah menjadi hakim bahwa Newton lah yang pertama
mempunyai pemikiran utama (1665-1666), tetapi bahwa Leibniz menemukan
mereka secara tersendiri selama tahun 1673-1676. Dengan kebesarannya
itupun, Leibniz tidak menerima kehormatan seperti yang dicurahkan pada
Newton. Ia meninggal sebagai orang kesepian, pemakamannya hanya dihadiri
seorang pelayat yaitu sekretarisnya.
Mungkin Leibniz lah pencipta lambang-lambang matematika terbesar.
Kepadanya kita berhutang nama-nama kalkulus diferensial dan kalkulus
integral, sama halnya seperti lambang baku dy/dx dan ∫ untuk turunan dan integral. Istilah fungsi dan
penggunaan secara konsisten dari = untuk kesamaan merupakan
sumbangan-sumbangan lainnnya. Kalkulus berkembang jauh lebih cepat di
daratan Eropa daripada di Inggris, sebagian besar disebabkan oleh
keunggulan perlambangannya.
5. Isaac Newton
Lahir dari keluarga petani Inggris pada tahun 1642, Isaac Newton
sebagai pemuda remaja memperlihatkan sedikit harapan akademik. Ia bosan
dengan sekolah, lebih senang membuat layangan, roda air, jam, dan
perkakas lain. Seorang paman pertama kali mengenali bakat luar biasa
anak tersebut; ia membujuk ibu Newton untuk memberangkatkan Newton ke
Trinity College dari Universitas Cambrigde. Disana ia kena pengaruh
Isaac Barrow, seorang pakar ilmu agama dan mahaguru matematika. Barrow
melihat di dalam diri Newton kemampuan yang lebih besar daripada dirinya
dan menyerahkan kemahaguruannya kepada Newton pada umur Newton hanya
26.
Sebelum itu, sesaat setelah diwisuda dari trinity, Newton pergi pulang
untuk menghindari wabah penyakit pes 1664-1665. Selama 18 bulan, sejak
Januari 1665, ia menekuni masalah-masalah matematika dan ilmu yang
terkemuka. Tidak terdapat kejeniusan yang dapat dibandingkan penuh dalam
sejarah ilmu. Dalam waktu singkat tersebut, Newton menemukan teorema
binomial umum, elemen dari kalkulus diferensial maupun integral, teori
warna-warna, dan hukum gravitasi universal. Lagrange memuji bahwa Newton
lah jenius terbesar yang pernah hidup dan yang paling mujur, karena
hanya sekali sistem semesta dapat dikembangkan.
Sama seperti banyak ilmuwan sebayanya, Newton adalah sorang pemeluk
agama yang saleh dan dikatakan telah memberikan waktu yang sama
banyaknya untuk mempelajari Injil dan untuk matematika. Ia meninggal
sebagai seorang terhormat pada usia 85 dan dimakamkan dengan kebesaran
bangsanya di Westminster Abbey.
Sekian dulu ya,.. tunggu postingan berikutnya. Semoga infonya bermanfaat... :D




Tidak ada komentar:
Posting Komentar