------->WELCOME TO MY BLOG.WWW.SYAMDNIA.BLOGSPOT.COM<-------

Jumat, 19 April 2013

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN


A.    Aliran Klasik
1.      Aliran Empirisme
Empirisme berasal dari bahasa Latin, asal katanya empiris, berarti pengalaman. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (1632-1704), filosof kebangsaan Inggris. Menurut konsepsi empirisme ini pendidikan adalah maha kuasa dalam membentuk anak didik menjadi apa yang diinginkannya. Pendidikan dapat berbuat sekehendak hatinya. Oleh karena itu aliran ini dinamakan aliran optimis dalam pendidikan.
Menurut John Locke, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan adalah:
a.       Pendidikan harus diberikan sejak awal mungkin
b.      Pembiasaan dan latihan lebih penting daripada peraturan, perintah atau nasehat
c.       Anak didik harus diamati dari dekat untuk melihat
d.      Anak harus dianggap sebagai makhluk rasional
e.       Pelajaran di sekolah jangan sampai jadi beban bagi anak, namun hendaknya menyenangkan.

2.      Aliran Nativisme
Nativisme berasal dari bahasa Latin, asal katanya natives berarti terlahir. Aliran ini dipelopori oleh Sckophenhauer, seorang filosof kebangsaan Jerman. Bagi nativisme, lingkungan sekita tidak ada artinya, sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan, dan pendidikan tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap perkembangan seseorang. Oleh karena itu, aliran ini merupakan aliran pesimis dalam pendidikan (pesimisme)
3.      Aliran Naturalisme
Naturalisme berasal dari bahasa Latin, dari kata nature yang artinya alam, tabiat, dan pembawaan. Aliran ini dinamakan juga nagativisme, yaitu aliran yang meragukan pendidikan untuk perkembangan seseorang karena dia dilahirkan dengan pembawaan yang baik.
Ciri utama aliran ini adalah dalam mendidik seseorang kembalilah kepada alam agar pembawaan seseorang yang baik itu tidak dirusak oleh pendidik. Dengan kata lain, pembawaan yang baik supaya berkembang secara spontan, dan pendidikan itu hendaklah dimulai dengan mempelajari perkembangan anak.
4.      Aliran Konvergensi
Konvergensi berasal dari bahasa Inggris, asal katanya convergency, artinyapertemuan pada satu titik. Aliran ini dipelopori oleh William Sterm, seorang ahli pendidikan bangsa Jerman. Menurut teori konvergensi:
a.       Pendidikan mungkin dilaksanakan
b.      Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang buruk
c.       Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan

B.     Gerakan Baru dalam Pendidikan
1.      Pengajaran alam sekitar
Gerakan pengajaran alam sekitar adalah gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya. Beberapa prinsip dari pengajaran alam sekitar, yaitu:
a.       Dengan pengajaran alam sekitar ini guru dapat memperagakan secara langsung
b.      Pengajaran alam sekitar memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya agar anak aktif
c.       Pengajaran alam sekitar memungkinkan untuk memberikan pengajaran totalitas
d.      Pengajaran alam sekitar memberikan kepada anak bahan apersepsi intelektual yang kokoh dan verbalitas
e.       Pengajaran alam sekitar memberikan apersepsi emosional karena alam sekitar memilki ikatan emosional dengan anak.
Keuntungan pengajaran alam sekitar yaitu sebagai berikut:
a.       Pengajaran ini menentang verbalisme dan intelektualisme
b.      Objek alam sekitar akan dapat membangkitkan perhatian spontan dari anak-anak yang akan mendorongnya melakukan kegiatan dengan sepenuh hati
c.       Anak-anak selalu didorong untuk aktif dan kreatif
d.      Bahan-bahan yang diajarkan dapat mempunyai nilai praktis
e.       Anak-anak dijadikan subyek bagi alam sekitarnya.
Disamping alam sekitar sebagai isi bahan ajaran, alam sekitar juga menjadi kajian empirik melalui percobaan, studi banding dan sebagainya. Dengan memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar, anak akan lebih menghargai, mencintai dan melestarikan lingkungannya.
2.      Pengajaran pusat perhatian
Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly (1871-1932) dari Belgia. Menurut Decroly dunia ini terdiri dari alam dan kebudayaan, dan dunia harus hidup dan mengembangkan kemampuannya untuk mencapai cita-cita. Oleh karena itu ia harus mempunyai pengetahuan atas dirinya sendiri dan dunianya. Pengetahuan anak harus bersifat subjektif dan objektif.
Asas-asas yang berkaitan dengan pengajaran pusat perhatian, yaitu:
a.       Pengajaran didasarkan atas kebutuhan anak dalam hidup dan perkembangannya
b.      Setiap bahan ajar harus merupakan suatu keseluruhan (totalitas)
c.       Hubungan keseluruhan antara bagian itu adalah hubungan simbiosis
d.      Anak didorong dan diransang untuk selalu aktif dan didik untuk menjadi anggota masyarakat yang dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab
e.       Harus ada hubungan kerjasama yang erat antara rumah dan sekolah

3.      Sekolah kerja
Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. Sekolah kerja ini bertolak dari pandangan bahwa pendidikan itu tidak hanya demi kepentingan individu tetapi berkewajiban menyiapkan warga negara yang baik.
Tujuan sekolah kerja menurut G.Kereschensteriner, yaitu:
a.       Menambah pengetahuan anak
b.      Agar anak dapat memiliki kemampuan dan kemahiran tertentu
c.       Agar anak dapat memiliki pekerja sebagai persiapan jabatan dalam mengabdi negara
Gagasan sekolah kerja sangat mendorong berkembangnya sekolah kejuruan di setiap negara termasuk di Indonesia. Peranan sekolah kejuruan pada tingkat menengah merupakan tulang punggung penyiapan tenaga terampil yang diperlukan oleh negara-negara yang sedang membangun seperti Indonesia. Disamping pengaruh sekolah kerja diprogram pendidikan jalur sekolah, pengaruh terbesar gagasan ini adalah pada jalur pendidikan luar sekolah.
4.      Pengajaran proyek
Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (terhadap pekerjaan), merancang serta memimpin. Anak dengan sendirinya giat dan aktif karena sesuai dengan apa yang diinginkannya. Proyek itulah yang menyebabkan mata pelajaran-pelajaran itu tidak terpisahkan antara satu dengan lainnya. Dalam pengajaran proyek, pekerjaan dikerjakan secara berkelompok untuk menghidupkan rasa gotong-royong.
Pengajaran proyek bisa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia, antara lain dengan nama pengajaran proyek, pengajaran unit dan sebagainya. Yang perlu ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara komprehensif. Dengan kata lain, menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah secara multidisiplin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar