A.
Aliran
Klasik
1.
Aliran Empirisme
Empirisme
berasal dari bahasa Latin, asal katanya empiris,
berarti pengalaman. Aliran ini dipelopori oleh John Locke (1632-1704), filosof
kebangsaan Inggris. Menurut konsepsi empirisme ini pendidikan adalah maha kuasa
dalam membentuk anak didik menjadi apa yang diinginkannya. Pendidikan dapat
berbuat sekehendak hatinya. Oleh karena itu aliran ini dinamakan aliran optimis
dalam pendidikan.
Menurut John
Locke, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan adalah:
a. Pendidikan
harus diberikan sejak awal mungkin
b. Pembiasaan
dan latihan lebih penting daripada peraturan, perintah atau nasehat
c. Anak
didik harus diamati dari dekat untuk melihat
d. Anak
harus dianggap sebagai makhluk rasional
e. Pelajaran
di sekolah jangan sampai jadi beban bagi anak, namun hendaknya menyenangkan.
2.
Aliran Nativisme
Nativisme
berasal dari bahasa Latin, asal katanya natives
berarti terlahir. Aliran ini dipelopori oleh Sckophenhauer, seorang filosof
kebangsaan Jerman. Bagi nativisme, lingkungan sekita tidak ada artinya, sebab
lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan, dan pendidikan
tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap perkembangan seseorang. Oleh karena
itu, aliran ini merupakan aliran pesimis dalam pendidikan (pesimisme)
3.
Aliran Naturalisme
Naturalisme
berasal dari bahasa Latin, dari kata nature
yang artinya alam, tabiat, dan pembawaan. Aliran ini dinamakan juga
nagativisme, yaitu aliran yang meragukan pendidikan untuk perkembangan
seseorang karena dia dilahirkan dengan pembawaan yang baik.
Ciri utama
aliran ini adalah dalam mendidik seseorang kembalilah kepada alam agar
pembawaan seseorang yang baik itu tidak dirusak oleh pendidik. Dengan kata
lain, pembawaan yang baik supaya berkembang secara spontan, dan pendidikan itu
hendaklah dimulai dengan mempelajari perkembangan anak.
4.
Aliran Konvergensi
Konvergensi
berasal dari bahasa Inggris, asal katanya convergency,
artinyapertemuan pada satu titik. Aliran ini dipelopori oleh William Sterm,
seorang ahli pendidikan bangsa Jerman. Menurut teori konvergensi:
a. Pendidikan
mungkin dilaksanakan
b. Pendidikan
diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk
mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang buruk
c. Yang
membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan
B.
Gerakan
Baru dalam Pendidikan
1.
Pengajaran alam sekitar
Gerakan
pengajaran alam sekitar adalah gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan
sekitarnya. Beberapa prinsip dari pengajaran alam sekitar, yaitu:
a.
Dengan pengajaran alam sekitar ini guru
dapat memperagakan secara langsung
b.
Pengajaran alam sekitar memberikan
kesempatan sebanyak-banyaknya agar anak aktif
c.
Pengajaran alam sekitar memungkinkan
untuk memberikan pengajaran totalitas
d.
Pengajaran alam sekitar memberikan
kepada anak bahan apersepsi intelektual yang kokoh dan verbalitas
e.
Pengajaran alam sekitar memberikan
apersepsi emosional karena alam sekitar memilki ikatan emosional dengan anak.
Keuntungan
pengajaran alam sekitar yaitu sebagai berikut:
a.
Pengajaran ini menentang verbalisme dan
intelektualisme
b.
Objek alam sekitar akan dapat
membangkitkan perhatian spontan dari anak-anak yang akan mendorongnya melakukan
kegiatan dengan sepenuh hati
c.
Anak-anak selalu didorong untuk aktif
dan kreatif
d.
Bahan-bahan yang diajarkan dapat
mempunyai nilai praktis
e.
Anak-anak dijadikan subyek bagi alam
sekitarnya.
Disamping
alam sekitar sebagai isi bahan ajaran, alam sekitar juga menjadi kajian empirik
melalui percobaan, studi banding dan sebagainya. Dengan memanfaatkan alam
sekitar sebagai sumber belajar, anak akan lebih menghargai, mencintai dan
melestarikan lingkungannya.
2.
Pengajaran pusat perhatian
Pengajaran
pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly (1871-1932) dari Belgia. Menurut
Decroly dunia ini terdiri dari alam dan kebudayaan, dan dunia harus hidup dan
mengembangkan kemampuannya untuk mencapai cita-cita. Oleh karena itu ia harus
mempunyai pengetahuan atas dirinya sendiri dan dunianya. Pengetahuan anak harus
bersifat subjektif dan objektif.
Asas-asas
yang berkaitan dengan pengajaran pusat perhatian, yaitu:
a. Pengajaran
didasarkan atas kebutuhan anak dalam hidup dan perkembangannya
b. Setiap
bahan ajar harus merupakan suatu keseluruhan (totalitas)
c. Hubungan
keseluruhan antara bagian itu adalah hubungan simbiosis
d. Anak
didorong dan diransang untuk selalu aktif dan didik untuk menjadi anggota
masyarakat yang dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab
e. Harus
ada hubungan kerjasama yang erat antara rumah dan sekolah
3.
Sekolah kerja
Gerakan
sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan
yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. Sekolah kerja ini
bertolak dari pandangan bahwa pendidikan itu tidak hanya demi kepentingan
individu tetapi berkewajiban menyiapkan warga negara yang baik.
Tujuan
sekolah kerja menurut G.Kereschensteriner, yaitu:
a. Menambah
pengetahuan anak
b. Agar
anak dapat memiliki kemampuan dan kemahiran tertentu
c. Agar
anak dapat memiliki pekerja sebagai persiapan jabatan dalam mengabdi negara
Gagasan
sekolah kerja sangat mendorong berkembangnya sekolah kejuruan di setiap negara
termasuk di Indonesia. Peranan sekolah kejuruan pada tingkat menengah merupakan
tulang punggung penyiapan tenaga terampil yang diperlukan oleh negara-negara
yang sedang membangun seperti Indonesia. Disamping pengaruh sekolah kerja
diprogram pendidikan jalur sekolah, pengaruh terbesar gagasan ini adalah pada
jalur pendidikan luar sekolah.
4.
Pengajaran proyek
Dalam
pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (terhadap pekerjaan),
merancang serta memimpin. Anak dengan sendirinya giat dan aktif karena sesuai
dengan apa yang diinginkannya. Proyek itulah yang menyebabkan mata
pelajaran-pelajaran itu tidak terpisahkan antara satu dengan lainnya. Dalam
pengajaran proyek, pekerjaan dikerjakan secara berkelompok untuk menghidupkan
rasa gotong-royong.
Pengajaran
proyek bisa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia,
antara lain dengan nama pengajaran proyek, pengajaran unit dan sebagainya. Yang
perlu ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk
memandang dan memecahkan persoalan secara komprehensif. Dengan kata lain,
menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah secara multidisiplin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar