------->WELCOME TO MY BLOG.WWW.SYAMDNIA.BLOGSPOT.COM<-------

Jumat, 19 April 2013

PERMASALAHAN-PERMASALAHAN PENDIDIKAN


A.    Permasalahan pokok pendidikan
1.      Pemerataan
Idealnya, diharapkan pendidikan nasional dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk mempeoleh pendidikan. Namun kenyataannya masih banyak warga negara khususnya warga usia sekolah tidak tertampung di lembaga pendidikan (sekolah) yang ada. Permasalahannya ialah bagaimana sistem pendidikan dikelola sehingga dapat menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi warga negara untuk memperoleh pendidikan.
Dengan memberi kesempatan yang seluas-luasnya itu diharapkan pendidikan akan semakin merata, karena merata dalam arti yang sesungguhnya tidak mungkin dicapai. Hal ini antara lain disebabkan karena peraturan perundang-undangan tentang wajib belajar tidak diikuti dengan sanksi bagi yang tidak mengikutinya, karena sistem pendidikan itu sendiri belum memungkinkan untuk itu.

2.      Mutu
Mutu pendidikan umumnya dilihat dari hasil (output) pendidikan itu sendiri. Kriteria untuk hasil ini adalah kadar ketercapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Kadar ketercapaian tujuan tersebut tergantung pada unit/lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tersebut. Unit terkecil yang akan menentukan itu adalah guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Permasalahan mutu pendidikan sukar diketahui dalam arti yang sesungguhnya. Apalagi bila sipenentu dilakukan oleh orang yang berbeda dengan kriteria yang berbeda pula, maka gambar permasalahan mutu itu sesuatu yang misteri.
Dengan demikian bisa terjadi bahwa disuatu sekolah mutu pendidikan itu tidak dipandang sebagai masalah karena antara mutu yang real dengan yang ideal dapat diatur.

3.      Efisiensi/Efektivitas
a.       Efisiensi
Pendidikan dikatakan efisiensi (ideal) ialah bila penyelenggaraan pendidikan tersebut hemat waktu, tenaga, dan biaya tetapi produktivitas (hasil) optimal dan tepat sasaran. Kadar efisiensi itu tergantung pada pemberdayaan sumberdaya tersebut.
Kadar efisiensi di lapangan (realita) ditentukan oleh keadaan penyalahgunaan ketiga kriteria tersebut. Bila penyelenggaraan pendidikan tidak/kurang mengfungsikan tenaga yang ada, sementara waktu dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga banyak yang terbuang sia-sia, apalagi biaya yang dikeluarkan banyak maka kadar efisiensi rendah.
b.      Efektivitas
Pendidikan dikatakan efektif ialah bila hasil yang dicapai sesuai dengan rencana/ program yang dibuat sebelumnya (tepat guna). Bila rencana mengajar yang dibuat oleh guru atau silabus yang dibuat ole dosen yang mengajar/ memberi kuliah terlaksana secara utuh dengan sempurna, maka pelaksanaan perkuliahan tersebut dikatakn efektif.
Sebaliknya, dikatakn kurang efektif bila kompenen-komponen rencana tidak terlaksana dengan sempurna. Misalnya, tujuan tidak tercapai semua, materi tidak tersajikan semua, strategi belajar mengajar tidak tepat, evaluasi tidak dilakukan sesuai rencana.

4.      Relevansi
Pendidikan dikatakn relevan ialah bila sistem pendidikan dapat menghasilkan output (keluaran) yang sesuai dengan kebutuhan pemangunan. Pendidikan dikatakan tidak atau kurang relevan ialah bila tingkat kesesuaian tersebut tidak ada atau kurang. Kadar permasalahan ditentukan oleh tingkat kesesuaian antara sistem pendidikan dengan kebutuhan masyarakat pembangunan tersebut. Bila tingkat kesesuaian tinggi maka pendidikan dikatakan relevan.

B.     Faktor yang mempengaruhi berkembangnya permasalahan pendidikan
1.      Perkembangan IPTEK dan Seni
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berdampak pada pendidikan di Indonesia. Ketidaksiapan bangsa menerima perubahan zaman membawa perubahan tehadap mental dan keadaan negara ini. Bekembangnya ilmu pengetahuan telah membentuk teknologi baru dalam segala bidang, baik bidang social, ekonomi, hokum, pertanian dan lain sebagainya.
Sebagai negara berkembang Indonesia dihadapkan kepada tantangan dunia global. Dimana segala sesuatu dapat saja berjalan dengan bebas. Keadaan seperti ini akan sangat mempengaruhi keadaan pendidikan di Indonesia. Penemuan teknologi baru di dalam dunia pendidikan, menuntut Indonesia melakukan reformasi dalam bidang pendidikan. Pelaksanaan reformasi tidaklah mudah, hal ini sangat menuntut kesiapan SDM Indonesia untuk menjalankannya.


2.      Laju Pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan yang sangat pesat akan berpengaruh tehadap masalah pemerataan serta mutu dan relevansi pendidikan. Pertumbuhan penduduk ini akan berdampak pada jumlah peserta didik. Semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak dibutuhkan sekolah-sekolah unutk menampungnya. Jika daya tampung suatu sekolah tidak memadai, maka akan banyak peserta didik yang terlantar atau tidak bersekolah. Hal ini akan menimbulkan masalah pemerataan pendidikan.
Tetapi apabila jumlah dan daya tampung suatu sekolah dipaksakan, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara tenaga pengajar dengan peserta didik. Jika keadaan ini dipertahankan, maka mutu dan relevansi pebdidikan tidak akan dapat dicapai dengan baik.
Sebagai negara yang berbentuk kepulauan, Indonesia dihadapkan kepada masalah penyebaran penduduk yang tidak merata. Tidak heran jika perencanaan, sarana dan prasarana pendidikan di suatu daerah terpencil tidak terkoordinir dengan baik. Hal ini diakibatkan karena lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap daerah tersebut. Keadaan seperti ini adalah masalah lainnya dalam bidang pendidikan.
3.      Aspirasi Masyarakat
Kecenderungan aspirasi masyarakat semakin meningkat dari tahun ke tahun sudah terlihat. Peningkatan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan ini akan mengakibatkan anak-anak akan menyerbu dan membanjiri sekolah (lembaga pendidikan). Kondisi seperti ini akan menimbulkan berbagai masalah seperti sistem seleksi siswa/ mahasiswa baru, ratio guru-siswa, waktu belajar, permasalahan akan terus berkembang karena saling kait.
4.      Keterbelakangan budaya dan sarana
Keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan sudah jelas akan menimbulkan masalah bagi pendidikan. Permasalahannya antara lain, bagaimana menyadarkan mereka akan keterbelakangan/ ketinggalannya, bagaimana cara menyediakan sarana kehidupan yang lebih baik, khususnya bagaiman sistem pendidikan dapat menjangkau dan melibatkan mereka sehingga mereka keluar dari keterbelakangan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar