A. Permasalahan
pokok pendidikan
1. Pemerataan
Idealnya,
diharapkan pendidikan nasional dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya
bagi seluruh warga negara Indonesia untuk mempeoleh pendidikan. Namun
kenyataannya masih banyak warga negara khususnya warga usia sekolah tidak
tertampung di lembaga pendidikan (sekolah) yang ada. Permasalahannya ialah
bagaimana sistem pendidikan dikelola sehingga dapat menyediakan kesempatan
seluas-luasnya bagi warga negara untuk memperoleh pendidikan.
Dengan
memberi kesempatan yang seluas-luasnya itu diharapkan pendidikan akan semakin
merata, karena merata dalam arti yang sesungguhnya tidak mungkin dicapai. Hal
ini antara lain disebabkan karena peraturan perundang-undangan tentang wajib
belajar tidak diikuti dengan sanksi bagi yang tidak mengikutinya, karena sistem
pendidikan itu sendiri belum memungkinkan untuk itu.
2. Mutu
Mutu
pendidikan umumnya dilihat dari hasil (output) pendidikan itu sendiri. Kriteria
untuk hasil ini adalah kadar ketercapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Kadar
ketercapaian tujuan tersebut tergantung pada unit/lembaga yang menyelenggarakan
pendidikan tersebut. Unit terkecil yang akan menentukan itu adalah guru mata
pelajaran yang bersangkutan.
Permasalahan
mutu pendidikan sukar diketahui dalam arti yang sesungguhnya. Apalagi bila
sipenentu dilakukan oleh orang yang berbeda dengan kriteria yang berbeda pula,
maka gambar permasalahan mutu itu sesuatu yang misteri.
Dengan
demikian bisa terjadi bahwa disuatu sekolah mutu pendidikan itu tidak dipandang
sebagai masalah karena antara mutu yang real dengan yang ideal dapat diatur.
3. Efisiensi/Efektivitas
a. Efisiensi
Pendidikan
dikatakan efisiensi (ideal) ialah bila penyelenggaraan pendidikan tersebut
hemat waktu, tenaga, dan biaya tetapi produktivitas (hasil) optimal dan tepat
sasaran. Kadar efisiensi itu tergantung pada pemberdayaan sumberdaya tersebut.
Kadar
efisiensi di lapangan (realita) ditentukan oleh keadaan penyalahgunaan ketiga
kriteria tersebut. Bila penyelenggaraan pendidikan tidak/kurang mengfungsikan
tenaga yang ada, sementara waktu dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga banyak
yang terbuang sia-sia, apalagi biaya yang dikeluarkan banyak maka kadar
efisiensi rendah.
b. Efektivitas
Pendidikan dikatakan efektif ialah bila hasil yang
dicapai sesuai dengan rencana/ program yang dibuat sebelumnya (tepat guna).
Bila rencana mengajar yang dibuat oleh guru atau silabus yang dibuat ole dosen
yang mengajar/ memberi kuliah terlaksana secara utuh dengan sempurna, maka
pelaksanaan perkuliahan tersebut dikatakn efektif.
Sebaliknya, dikatakn kurang efektif bila
kompenen-komponen rencana tidak terlaksana dengan sempurna. Misalnya, tujuan
tidak tercapai semua, materi tidak tersajikan semua, strategi belajar mengajar
tidak tepat, evaluasi tidak dilakukan sesuai rencana.
4. Relevansi
Pendidikan
dikatakn relevan ialah bila sistem pendidikan dapat menghasilkan output
(keluaran) yang sesuai dengan kebutuhan pemangunan. Pendidikan dikatakan tidak
atau kurang relevan ialah bila tingkat kesesuaian tersebut tidak ada atau
kurang. Kadar permasalahan ditentukan oleh tingkat kesesuaian antara sistem
pendidikan dengan kebutuhan masyarakat pembangunan tersebut. Bila tingkat
kesesuaian tinggi maka pendidikan dikatakan relevan.
B. Faktor
yang mempengaruhi berkembangnya permasalahan pendidikan
1. Perkembangan
IPTEK dan Seni
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi pada saat ini berdampak pada pendidikan di Indonesia.
Ketidaksiapan bangsa menerima perubahan zaman membawa perubahan tehadap mental
dan keadaan negara ini. Bekembangnya ilmu pengetahuan telah membentuk teknologi
baru dalam segala bidang, baik bidang social, ekonomi, hokum, pertanian dan
lain sebagainya.
Sebagai negara
berkembang Indonesia dihadapkan kepada tantangan dunia global. Dimana segala
sesuatu dapat saja berjalan dengan bebas. Keadaan seperti ini akan sangat
mempengaruhi keadaan pendidikan di Indonesia. Penemuan teknologi baru di dalam
dunia pendidikan, menuntut Indonesia melakukan reformasi dalam bidang
pendidikan. Pelaksanaan reformasi tidaklah mudah, hal ini sangat menuntut
kesiapan SDM Indonesia untuk menjalankannya.
2.
Laju Pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan
yang sangat pesat akan berpengaruh tehadap masalah pemerataan serta mutu dan
relevansi pendidikan. Pertumbuhan penduduk ini akan berdampak pada jumlah
peserta didik. Semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk, maka semakin banyak
dibutuhkan sekolah-sekolah unutk menampungnya. Jika daya tampung suatu sekolah
tidak memadai, maka akan banyak peserta didik yang terlantar atau tidak
bersekolah. Hal ini akan menimbulkan masalah pemerataan pendidikan.
Tetapi apabila
jumlah dan daya tampung suatu sekolah dipaksakan, maka akan terjadi
ketidakseimbangan antara tenaga pengajar dengan peserta didik. Jika keadaan ini
dipertahankan, maka mutu dan relevansi pebdidikan tidak akan dapat dicapai
dengan baik.
Sebagai negara yang
berbentuk kepulauan, Indonesia dihadapkan kepada masalah penyebaran penduduk
yang tidak merata. Tidak heran jika perencanaan, sarana dan prasarana
pendidikan di suatu daerah terpencil tidak terkoordinir dengan baik. Hal ini
diakibatkan karena lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap daerah tersebut.
Keadaan seperti ini adalah masalah lainnya dalam bidang pendidikan.
3. Aspirasi
Masyarakat
Kecenderungan aspirasi masyarakat
semakin meningkat dari tahun ke tahun sudah terlihat. Peningkatan aspirasi
masyarakat terhadap pendidikan ini akan mengakibatkan anak-anak akan menyerbu
dan membanjiri sekolah (lembaga pendidikan). Kondisi seperti ini akan
menimbulkan berbagai masalah seperti sistem seleksi siswa/ mahasiswa baru,
ratio guru-siswa, waktu belajar, permasalahan akan terus berkembang karena saling
kait.
4. Keterbelakangan
budaya dan sarana
Keterbelakangan
budaya dan sarana kehidupan sudah jelas akan menimbulkan masalah bagi
pendidikan. Permasalahannya antara lain, bagaimana menyadarkan mereka akan
keterbelakangan/ ketinggalannya, bagaimana cara menyediakan sarana kehidupan
yang lebih baik, khususnya bagaiman sistem pendidikan dapat menjangkau dan
melibatkan mereka sehingga mereka keluar dari keterbelakangan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar