A. Asas
Pokok Pendidikan
Asas
pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berfikir,
baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Salah satu dasar
utama pendidikan adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan dapat mendidik diri
sendiri. Khusus untuk pendidikan di Indonesia, terdapat sejumlah asas yang
memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara berbagai
asas tersebut, ada tiga asas yang akan dikaji lebih lanjut, yaitu:
1. Asas
Tut Wuri Handayani
Asas
Tutwuri Handayani yang merupakan asas pendidikan Indonesia hingga saat ini
bersumber dari asas Taman Siswa. Asas ini dikumandangkan oleh Ki Hajar
Dewantara. Asas tutwuri handayani ini bermakna bahwa setiap orang berhak
mengatur dirinya sendiri dengan berpedoman kepada tata tertib kehidupan yang
umum.
Dalam
kegiatan pendidikan, peserta didik diberi kesempatan untuk mencari,
mempelajari, memecahkan masalah sendiri tanpa selalu harus dicampuri,
diperintah dan dipaksa. Dengan cara demikian, maka pendidikan akan terpusat
kepada peserta didik. Dapat dikatakan bahwa asas tutwuri handayani ini
merupakan cikal bakal dari pendekatan atau cara belajar siswa aktif.
2. Asas
Belajar Sepanjang Hayat
Pada
dasarnya manusia adalah makhluk yang selalu berkembang mengikuti perkembangan
yang terjadi di lingkungan kehidupannya. Dewasa ini, akibat kemajuan ilmu dan
teknologi yang pesat, maka terjadi perubahan yang amat pesat dalam berbagai
aspek kehidupan. Implikasi dari kemajuan ilmu dan teknologi ini ialah seseorang
dituntut untuk mau dan mampu belajar sepanjang hayat. Dengan belajar sepanjang
hayat, maka konsep belajar tidak hanya sekedar belajar untuk tahu ( learning
to know), dan mampu (learning to do), akan tetapi belajar sepanjang
hayat yang menuntut kemauan dan kemampuan seseorang guna belajar untuk menjadi
(learning to be).
3. Asas
Kemandirian dalam Belajar
Dalam
kegiatan belajar-mengajar, sedini mungkin dikembangkan kemadirian dalam belajar
dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu siap ulur tangan
apabila diperlukan. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan
pendidik dalam peran utama sebagai fasilitator, informator, dan motivator
disamping peran-peran lain seperti organisator.
Terdapat
beberapa strategi belajar-mengajar yang dapat mengembangkan kemandirian dalam
belajar, yaitu: (1) Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), (2) Belajar dari modul,
paket belajar, pengajaran berprogram, dan sebagainya, (3) Belajar dengan
didukung oleh suatu pusat sumber belajar (PSB) yang memadai.
B. Penerapan
Asas-Asas Pendidikan
1.
Keadaan Yang Ditemui
Dalam
kaitan asas belajar sepanjang hayat, dapat dikemukakan beberapa keadaan yang
ditemui sekarang:
a. Usaha pemerintah memperluas
kesempatan belajar telah mengalami peningkatan.
b. Usaha pemerintah dalam pengadaan dan
pembinaan guru dan tenaga kependidikan pada semua jalur, jenis, dan jenjang
agar mereka dapat melaksanakan tugasnya secara proporsional.
c. Usaha pembaharuan kurikulum dan
pengembangan kurikulum dan isi pendidikan agar mampu memenuhi tantangan
pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas melalui pendidikan.
d. Usaha pengadaan dan pengembangan
sarana dan prasarana yang semakin meningkat: ruang belajar, perpustakaan, media
pengajaran, bengkel kerja, sarana pelatihan dan ketrampilan, sarana pendidikan
jasmani.
e. Pengadaan buku ajar yang
diperuntukan bagi berbagai program pendidikan masyarakat
f. Usaha pengadaan berbagai program
pembinaan generasi muda: kepemimpinan dan ketrampilan, kesegaran jasmani dan
daya kreasi, sikap patriotisme dan idealisme, kesadaran berbangsa dan
bernegara, kepribadian dan budi luhur.
g. Usaha pengadaan berbagai program
pembinaan keolahragaan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada
anggota masyarakat untuk melakukan berbagai macam kegiatan olahraga untuk
meningkatkan kesehatan dan kebugaran serta prestasi di bidang olahraga.
2.
Permasalahan yang Dihadapi
a. Masalah Peningkatan Mutu Pendidikan
Kebijakan
peningkatan mutu pendidikan tidak harus dipertimbangkan dengan kebijaksanaan
pemerataan pendidikan. Karena peningkatan kualitas pendidikan harus diimbangi
dengan peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan bertujuan membangun sumber
daya manusia yang mutunya sejajar dengan mutu sumber daya manusia negara lain.
Sesuai
dengan uraian diatas secara singkat dapat dikemukakan: dalam menghadapi masalah
peningkatan sumber daya manusia sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi pemerintah telah dan sedang mengupayakan peningkatan: mutu guru dan
tenaga kependidikan, mutu sarana dan prasarana pendidikan, mutu kurikulum dan
isi kurikulum sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
perkembangan nilai-nilai budaya bangsa.
b. Masalah Peningkatan Relevansi
Pendidikan
Sesuai
dengan uraian diatas secara singkat dapat dikemukakan dalam upaya meningkatkan
relevansi pendidikan, pemerintah melakukan berbagai upaya (1) usaha menemukan
cara baru dan pemanfaatan teknologi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peserta
didik yang beragam, (2) usaha pemanfaatan hasil penelitian pendidikan bagi
peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta
didik, dan (3) usaha pengadaan ruang belajar, ruang khusus (bengkel kerja,
konseling, pertemuan, dan sebagainya) yang menunjang kegiatan
pembelajaran. (Qym, 2009)
3.
Pengembangan Penerapan Asas-asas
Pendidikan
Pemerintah mengusahakan berbagai cara dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan, antara lain: (1) Pembinaan guru dan tenaga
pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan, (2) Pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan
ilmu dan teknologi, (3) Pengembangan kurikulum dan isi pendidikan sesuai dengan
perkembangan ilmu dan teknologi serta pengembangan nilai-nilai budaya bangsa,
(4) Pengembangan buku ajar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi serta perkembangan budaya bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar