A. Tujuan
Pendidikan
Tujuan
pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan
pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan
pendidikan. Tujuan pendidikan menduduki posisi penting diantara
komponen-komponen pendidikan lainnya. Tujuan pendidikan bersifat normatif,
yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan
dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat
sebagai nilai hidup yang baik.
Tujuan
pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak.
Tujuan demikian bersifat umum, ideal,
dan kandungannya sangat luas sehingga sangat sulit untuk dilaksanakan didalam
praktek.
B. Peserta
Didik
Pandangan
modern menyebutkan bahwa peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom,
yang ingin diakui keberadaannya. Peserta didik selalu ingin mengembangkan diri
secara terus menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai
sepanjang hidupnya.
Ciri
khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah: (1) Individu yang
memilki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik,
(2) Individu yang sedang berkembang, (3) Individu yang membutuhkan bimbingan
individual dan perlakuan manusiawi, (4) Individu yang memiliki kemampuan untuk
mandiri.
C. Pendidik
Pendidik
adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan
sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga
lingkungan yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebab itu, yang
bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program
pembelajaran, latihan, dan masyarakat/ organisasi. Selain itu, pendidik
memiliki tugas mentransformasikan norma-norma atau kewibawaan kepada peserta
didik.
D. Isi
Pendidikan
Dalam
system pendidikan persekolahan, materi/isi telah diramu dalam kurikulum yang
akan disajikan sebagi sasaran pencapai tujuan.
Materi ini meliputi materi inti, maupun muatan lokal. Materi ini
bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa.
Sedangkan muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinekaankekayaan budaya
sesuai dengan kondisi lingkungan.
E. Metode
Pendidikan
Metode adalah cara yang
berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Berikut adalah faktor yang
menentukan metode dapat digunakan atau tidak, yaitu:
1.
Tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah supaya
murud dapat melakukan sesuatu, metode yang tepat adalah demonstrasi, simulasi,
atau bermain peran.
2.
Faktor murid. Pada kelas tertentu dapat digunakan metode diskusi karena
kebanyakan muridnya aktif, namun di kelas yang kebanyakan muridnya pasif,
metode tersebut kurang berhasil.
3.
Faktor guru. Ada metode yang berhasil pada seorang guru, namun kurang
berhasil jika digunakan oleh guru yang lain.
F.
Alat
Pendidikan
Alat pendidikan adalah segala
sesuatu yang secara langsung membantu terwujudnya pencapaian tujuan pendidikan.
Pengertian alat pendidikan dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.
Alat pendidikan yang bersifat tindakan
Alat
ini berfungsi preventif mencakup teladan, anjuran, suruhan, pengarahan, dan
pembinaan. Sedangkan berfungsi represif setelah ada perbuatan mencakup syarat,
pujian, hadiah, ganjaran, teguran dan hukuman.
Pemilihan
alat pendidikan yang akan digunakan mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:
a.
Situasi hubungan antara guru dan murid
b.
Perbedaan sifat dan tabiat murid juga harus diperhatikan
c.
Pada anak yang normal sebaiknya digunakan tindakan yang preventif.
d.
Penggunaan kecaman, ancaman dan hukuman haruslah hati-hati dan bijaksana.
2.
Alat pendidikan yang berupa kebendaan (alat bantu).
Penggunaan alat bantu
pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar banyak membantu murid dan guru,
terutama pada murid tingkat SD yang berada pada fase berfikir konkret. Adapun
fungsi alat bantu pendidikan yaitu:
a.
Merekam
b.
Manipulatif
c.
Stimulatif
d.
Mengingatkan kembali
e.
Memperagakan
f.
Mengaktifkan respon murid
g.
Evaluatif
h.
Umpan balik
G.
Lingkungan
Pendidikan
Pengertian lingkungan pada
hakikatnya merupakan sesuatu yang ada di luar diri individu, walaupun ada juga
yang mengatakan bahwa ada lingkungan yang terdapat dalam diri individu. Para
ahli membedakan jenis lingkungan menjadi dua, yaitu:
1.
Lingkungan Alam
Yang dimaksud dengan lingkungan
alam adalah segala sesuatu yang ada didunia ini yang berada di luar diri anak
yang bukkan manusia, seperti binatang, timbuh-tumbuhan, iklim air, gedung, dan
rumah.
2.
Lingkungan Sosial
Yang dimaksud lingkungan sosial adalah semua yang
berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi diri orang tersebut, baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar