------->WELCOME TO MY BLOG.WWW.SYAMDNIA.BLOGSPOT.COM<-------

Jumat, 19 April 2013

LINGKUNGAN PENDIDIKAN


A.    Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang mempengaruhi individu. Sesuatu yang mempengaruhi itu mungkin berasal dari dalam individu (internal environment) dan mungkin pula berasal dari luar diri individu (external environment).
Menurut Ngalis Purwanto, lingkungan (environment) adalah meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita. Sedangkan menurut Wasty Soemanto, lingkungan mencakup segala material dan stimuli didalam dan diluar individu, baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosial kultural.
Lingkungan bagi seseorang sebagai individu adalah segala sesuatu yang berasal dari dalam dirinya (fisik dan psikis) dan sesuatu yang berada diluar dirinya seperti alam fisika (non manusia) dan manusia.
B.     Jenis Lingkungan Pendidikan
1.      Keluarga
Keluarga merupakan pengelompokan primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang yang mempunyai hubungan pertalian darah. Keluarga itu dapat berbentuk nukleus family (keluarga inti) ataupun keluarga yang diperluas. Keluarga dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan utama sehingga menjadi pusat pendidikan yang penting dan menentukan.
Fungsi lembaga pendidikan keluarga menurut Fuad Ichsan (1995), yaitu:
a.       Merupakan pengalaman pertama bagi masa kanak-kanak
b.      Pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh dan berkembang.
c.       Di dalam kelurga akan terbentuk pendidikan moral
d.      Di dalam keluarga akan tumbuh sikap tolong menolong, tenggang rasa, sehingga tumbuhlah kehidupan keluarga yang damai dan sejahtera.
e.       Keluarga merupakan lembaga yang berperan meletakkan dasar-dasar pendidikan agama.
f.       Keluarga lebih cenderung untuk menciptakan kondisi yang dapat menumbuh-kembangkan inisiatif, kreatifitas, kehendak, emosi, tanggung jawab, keterampilan, dan kegiatan lain.

2.      Sekolah
Jalur pendidikan sekolah adalah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar dengan organisasi yang tersusun rapi, terencana, berjenjang, dan berkesinambungan. Tugas sekolah sangat penting dalam menyiapkan anak untuk kehidupan masyarakat. Sekolah perlu dirancang dan dikelola dengan baik, harus diupayakan dengan sedemikian rupa agar mencerminkan masyarakat Indonesia dimasa depan.
Sekolah sifatnya formal. Sekolah diharapkan mampu melaksanakan fungsi pendidikan secara optimal, dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. Berikut adalah fungsi pendidikan formal:
a.       Sekolah harus mampu menumbuh-kembangkan anak sebagai makhluk individu melalui pembekalan semua bidang studi.
b.      Sekolah harus mampu menumbuh-kembangkan anak sebagai makhluk sosial.
c.       Sekolah harus berfungsi sebagai pembinaan watak anak melalui bidang studi yang relevan
d.      Sekolah harus dapat menumbuh-kembangkan anak sebagai makhluk yang religius dan mampu menjadi pemeluk agama yang baik.
e.       Pendidikan formal harus menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas yang mampu mensejahterakan dirinya dan bersama orang lain mampu mensejahterakan masyarakat, bangsa dan negara.
f.       Sekolah berfungsi konservatif, inovatif,  dan selektif dalam mempertahankan kebudayaan yang ada, melakukan pembaharuan, dan melayani perbedaan individu anak dalam proses pendidikan.

3.      Masyarakat
Masyarakat adalah salah satu lingkungan pendidikan yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi seseorang. Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari beberapa segi, yakni:
a.       Masyarakat adalah sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan maupun yang tidak delembagakan.
b.      Lembaga-lembaga kemasyarakat dan atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tak langsung ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif.
c.       Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar baik yang dirancang maupun dimanfaatkan.

Peran dan fungsi pendidikan kemasyarakatan dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.       Memberikan kemampuan profesional untuk mengembangkan kariernya
b.      Memberikan kemampuan teknis akademik dalam suatu sistem pendidikan nasional
c.       Ikut serta dalam mengembangkan kemampuan kehidupan beragama
d.      Mengembangkan kemampuan kehidupan sosial budaya
e.       Mengembangkan keahlian dan keterampilan melalui sistem magang untuk menjadi ahli bangunan, montir dan sebagainya.
C.    Fungsi Lingkungan Pendidikan
Fungsi suatu lingkungan tergantung pada jenis lingkungan tersebut. Sekolah sebagai lembaga pendidikan berfungsi sebagai: 1) pusat pendidikan formal, 2) pusat kebudayaan, 3)lembaga sosial. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan berfungsi (kedalam) antara lain memberikan dasar-dasar pendidikan pada anggota keluarga (terutama anak-anak). Fungsi keluarnya antara lain membantu sekolah dan masyarakat dalam hal penyelenggaraan pendidikan formal.
Masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal antara lain berfungsi membantu sekolah dan keluarga. Warga masyarakat yang tidak dapat kesempatan memperoleh pendidikan formal di sekolah dapat ditampung pada lembaga pendidikan non formal yang ada di lingkungan masyarakat.

D.    Pengaruh timbal balik antara ketiga lingkungan pendidikan terhadap perkembangan peserta didik.
Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberi konstribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni:
1.      Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya
2.      Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan
3.      Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan
Setiap pusat pendidikan perlu ditingkatkan konstribusinya terhadap perkembangan peserta didik. Di lingkungan keluarga telah diupayakan berbagai hal, seperti: perbaikan gizi, permainan edukatif, penyuluhan orangtua dan sebagainya. Di lingkungan sekolah diupayakan berbagai hal yang lebih mendekatkan sekolah dengan orangtuasiswa, dan sekolah juga mengupayakan agar program yang erat kaitannya dengan masyarakat sekitarnya.
Akhirnya lingkungan masyarakat mengusahakan berbagai kegiatan atau program yang menunjang/melengkapi program keluarga dan sekolah. Dengan konstribusi tripusat pendidikan yang saling memperkuat dan melengkapi itu akan memberi peluang mewujudkan sumber manusia terdidik yang bermutu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar