------->WELCOME TO MY BLOG.WWW.SYAMDNIA.BLOGSPOT.COM<-------

Jumat, 19 April 2013

LANDASAN PENDIDIKAN


Landasan pendidikan secara singkat dapat dikatakan sebagai tempat bertumpu atau dasar dalam melakukan analisis kritis terhadap kaidah-kaidah dan kenyataan fakta tentang kebijakan dan praktik pendidikan. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa landasan pendidikan merupakan dasar bagi upaya pengembangan kependidikan dalam segala aspeknya. Terdapat beberapa landasan pendidikan, yaitu:
1.      Landasan Filosofis
Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakekat pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok dalam pendidikan. Sehubungan dengan itu, landasan filosofis merupakan landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat.
Antara filsafat dengan pendidikan terdapat kaitan yang sangat erat. Filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat. Sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut. Rumusan tentang harkat dan martabat manusia serta masyarakatnya di Indonesia dilandasi oleh filsafat yang dianut oleh bangsa Indonesia, yakni Pancasila.
Ø  Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)
Pasal 2 UU RI No. 2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dan menegaskan bahwa pembangunan nasional termasuk pendidikan adalah pengamalan Pancasila. Hal tersebut berarti bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Republik Indonesia.
Pancasila adalah sumber sistem nilai dalam pendidikan. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pancasila adalah landasan filosofis dalam segala kebijakan dan praktik pendidikan.
2.      Landasan Sosiologis
Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu, bahkan dua generasi yang memungkinkan generasi muda memperkembangkan diri. Dengan meningkatkan perhatian sosiologi pada kegiatan pendidikan tersebut, maka lahirlah cabang sosiologi pendidikan yang merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial didalam sistem pendidikan.
Ø  Masyarakat Indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sisdiknas
Masyarakat Indonesia semenjak kemerdekaan, utamanya pada pemerintahan Orde Baru, telah mengalami banyak perubahan. Sampai saat ini masyarakat Indonesia ditandai oleh dua ciri yang unik. Secara horizontal ditandai oleh adanya kesatuan sosial atau komunitas berdasarkan perbedaan suku, agama, adat-istiadat, dan kedaerahan. Secara vertikal ditandai oleh adanya perbedaan pola kehidupan antara lapisan atas, menengah, dan bawah.
Menurut Ardhan (1986) secara sosiologi perlu dikaji empat bidang. Pertama, hubungan sistem pendidikan dengan berbagai aspek masyarakat. Kedua, hubungan kemanusiaan di sekolah. Ketiga, pengaruh sekolah terhadap prilaku anggotanya. Keempat, interaksi antara anggota kelompok sosial sekolah dengan kelompok lain dalam komunitasnya.
3.      Landasan Kultural
Kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan, tingkah laku, dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh anggota masyarakat tertentu.
Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/dikembangkan dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi dengan jalan pendidikan.
Ø  Kebudayaan Nasional sebagai Landasan Kultural Sisdiknas
Masyarakat Indonesia sebagai pendukung kebudayaan adalah masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, kebudayaan Indonesia tersebut lebih tepat disebut sebagai kebudayaan Nusantara yang beragam. Puncak-puncak kebudayaan Nusantara itu ada yang diterima secara nasional disebut kebudayaan nasional.
Pengembangan pendidikan dalam budaya nasional difokuskan kepada upaya (1) melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, (2) mengembangkan nilai-nilai budaya dan pranata sosial dalam menunjang proses pembangunan nasional, dan (3) merancang kegairahan masyarakat untuk menumbuhkan kreativitas kearah pembaruan dalam usaha pendidikan yang tanpa mengabaikan kepribadian bangsa.
4.      Landasan Psikologis
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. Pemahaman peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan, merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Kajian psikologis yang erat hubungannya dengan pendidikan adalah yang berkaitan dengan kecerdasan, berfikir, dan belajar.
Ø  Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis
Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan, baik karena pertumbuhan maupun karena perkembangan. Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian. Dalam hal pengembangan kepribadian, kepribadian itu mencakup aspek behavioral dan aspek motivasional. Selain itu, kepribadian harus dipandang sebagai sistem psikofisik, yakni merupakan kesatuan antara berbagai keadaan kondisi fisik dengan kondisi rohani yang saling mempengaruhi yang pada gilirannya menghasilkan pribadi yang utuh.
5.      Landasan Ilmiah dan Teknologi
Pendidikan dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) mempunyai kaitan yang sangat erat. Hal tersebut dikarenakan ipteks menjadi bagian utama dalam pendidikan, dengan kata lain pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan ipteks.
Ø  IPTEKS sebagai Landasan Ilmiah dan Teknologi
Ipteks merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan, utamanya pendidikan jalur sekolah, haruslah mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan ipteks. Peserta didik sebaiknya sedini mungkin mengalami sosialisasi ilmiah meskipun dalam bentuk yang masih sederhana agar dapat meletakkan dasar terbentuknya masyarakat yang sadar ipteks.
6.      Legalistik/hukum
Pendidikan merupakan peristiwa multidimensi, bersangkut-paut dengan berbagai aspek kehidupan manusia dan masyarakat. Kebijakan, penyelenggaraan, dan pengembangan pendidikan dalam masyarakat perlu disalurkan oleh titik tumpu legistik yang jelas dan syah.
Ø  UU dan Peraturan sebagai Landasan Hukum
Melalui perundang-undangan dan peraturan yang berlaku, pihak yang terkait dengan pendidikan dapat mengetahui hak dan kewajibannya dalam penyelenggaraan pendidikan.
Selain itu, dengan landasan legalistik dapat dikaji posisi, fungsi, dan permasalahan pendidikan dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, tata urut berbagai produk peraturan perundang-undangan perlu diketahui dalam rangka pengambilan kebijakan dan penyelenggaraan praktik pendidikan agar penyimpangan diketahui sedini mungkin.
7.      Spiritual
Landasan spiritual berhubungan dengan agama dan kepercayaan. Landasan spiritual pendidikan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a.       Pancasila Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa
b.      QS. AL Mujadalah 11:
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
c.       Hadits Nabi :
“Menuntut ilmu sangat diwajibkan kepada orang muslim dan muslimat.
8.      Cinta Sebagai Landasan Pendidikan
Cinta adalah perasaan manusia yang tumbuh dengan keinginan untuk menyayangi dan memiliki sesuatu. Orang yang mencintai sesuatu akan berusaha dengan segenap daya dan upaya untuk mendapatkan apa yang dicintainya itu. Cinta adalah  sifat Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada manusia untuk saling mencintai di atas bumi ini.
Cinta sebagai landasan pendidikan dimaksudkan untuk menumbuh- kembangkan kecintaan kepada dunia pendidikan, terutama di negara kita sendiri. Jika kita mencintai pendidikan, maka tentunya kita akan berusaha dengan segenap upaya untuk memiliki pendidikan itu sendiri.  Setelah memilikinya, hendaknya bisa diperluas dan diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Rakyat Indonesia yang cinta pada Tanah Air pastilah melandasi pendidikan bangsa dengan cinta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar