------->WELCOME TO MY BLOG.WWW.SYAMDNIA.BLOGSPOT.COM<-------

Jumat, 19 April 2013

LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BERJIWA NASIONAL DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN


1.      Perguruan Taman Siswa
Perguruan Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1992 oleh Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Latar belakang berdirinya adalah bahwa sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah Hindi Belanda sesungguhnya tdaklah diperuntukkan bagi kepentingan dan kemajuan rakyat Indonesia melainkan untuk kepentingan politik kolonial.
Berikut adalah Azas Taman Siswa (1922), yaitu:
a.       Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat tertibnya persatuan dalam prikehidupan umum.
b.      Pendidikan yang diberikan kepada anak hendaklah dapat menjadikan manusia yang merdeka batinnya, fikirannya dan merdeka tenaganya dan bermanfaat untuk kepentingan bersama.
c.       Pendidikan hendaklah didasarkan atas keadaan dan budaya Indonesia yang selaras dengan kodrat kita dan akan memberi kedamaian dalam kehidupan.
d.      Pendidikan harus diberikan kepada seluruh rakyat tanpa terkecuali
e.       Untuk dapat mencapai azas kemerdekaan maka kita harus bekerja sesuai dengan kemampuan sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain
f.       Oleh karena kita bersandar pada kekuatan sendiri maka haruslah kita memikul semua beban belanja dengan uang sendiri
g.      Pendidik hendaklah mendidik anak dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas, tidak terima sesuatu tetapi menyerahkan diri untuk berhamba kepada sang anak.

Ada lima dasar taman siswa yang disebut sebagai panca darma, yaitu: a) Kebudayaan, b) Kemerdekaan, c) Kodrat Alam, d) Kemanusiaan, e) Kebangsaan.
Tujuan taman siswa adalah menciptakan manusia merdeka lahir dan batin, yakni manusia yang mampu untuk senantiasa membudayakan dirinya demi kebahagian dan kedamaian kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata dengan kata lain manusia merdeka lahir dan batin adalah manusia yang mampu untuk senantiasa mewujudkan kemanusiaannya.
2.      Ruang pendidikan INS Kayutanam
INS pada mulanya dipimpin oleh Marah Sutan, kemudian oleh Muhammad Syafei. Dimulai dengan 79 murid, dibagi dalam dua kelas, serta masuk secara bergantiankarena gurunya hanya satu, yaitu Muhammad Syafei. Dinamakan ruang pendidikan karena belajar dilaksanakan pada tempat yang tidak terbatas dengan konsep belajar dan mengajar. Dengan demikian belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja asal punya kemauan.
Azas Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam, yaitu: a) Berfikir logis dan rasional, b) Keaktifan dan kegiatan, c) Pendidikan masyarakat, d) Memperhatikan pembawaan anak, e)Menentang intelektualisme.
Tujuan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam, yaitu:
a.       Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan
b.      Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
c.       Mendidik para pemuda agar berguna bagi masyarakat
d.      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab
e.       Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan dengan semboyan “Cari sendiri dan kerjakan sendiri”
Usaha-usaha yang dilakukan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam pada zaman Belanda INS yaitu menyelenggarakan berbagai ruang pendidikan. Program pendidikan mengutamakan pendidikan keterampilan. Pada zaman kemerdekaan atas izin pemerintah Belanda, INS mendirikan Ruang pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (RPPK) di Padang Panjang.
Pada tahun 1952, ia mendirikan percetakan dan penerbitan yang diberi nama “Sridharma” dan menerbitkan majalah bulanan bernama “Sendi” dan buku bacaan untuk pemberantasan buta huruf yang dikenal dengan nama”Kunci 13”. Pada tahun 1953, ia mendirikan program khusus untuk menjadi guru. Semua usaha atas dilakukan secara mandiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain yang dapat membatasi kebebasannya.
3.      Perguruan Muhamadiyah
Pendidikan muhamadiyah lahir seiring dengan latar belakang didirikannya Muhamadiyah, yaitu karena adanya beberapa gejala yang muncul ketika itu. Azas pendidikan muhamadiyah adalah Islam dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits.
Tujuan pendidikan Muhamadiyah ialah membentuk manusia muslim, berkhlak mulia, cakap, percaya kepada diri sendiri dan berguna untuk mesyarakat negara. Berdasarkan tujuan tersebut maka target yang ingin dicapai oleh lulusan pendidikan Muhamadiyah adalah aqidah yang lurus, akhlaqul karimah, akal yang sehat dan cerdas, keterampilan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Cita-cita pendidikan muhamadiyah meliputi tiga aspek, yaitu: a) baik budi, alim, dan beragama, b) luas pandangan, alim dalam ilmu-ilmu dunia, c) bersedia berjuang untuk kemauan masyarakatnya. Pendidikan muhamadiyah didasarkan pada tajdid, kemasyarakatan, dan aktivitas.
4.      Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang
Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang didirikan pada tanggal 1 November 1923 di Padang Panjang oleh Rahmah El Yunusiyah dengan panggilan “Etek Amah”. Rahmah mendirikan Diniyah Putri dilatarbelakangi oleh rasa tidak puasnya terhadap Diniyah School yang didirikan tahun 1915 oleh kakak kandungnya, Zainuddin Labay. Tujuan pendidikan diniyah putri padang panjang adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran berdasarkan Islam dengan tujuan membentuk wanita yang berjiwa Islamdan ibu pendidikan yang cakap, aktif, serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan Tanah Air atas dasar pengabdian kepada Allah SWT.
Pendidikan Diniyah didasarkan kepada ajaran Islam dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Tujuan pendidikan yang telah dirumuskan diwujudkan melalui program pendidikan sebagai berikut: program pendidikan umum, program pendidikan yang bertujuanagar anak didik memiliki cabang ilmu pengetahuan bidang keahlian agama Islam, program pendidikan yang mengarahkan mereka pada tujuan untuk menjadi ibu pendidik yang baik, program keterampilan, program pendidikan asrama.

1 komentar: