1.
Perguruan
Taman Siswa
Perguruan Taman
Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1992 oleh Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta.
Latar belakang berdirinya adalah bahwa sekolah-sekolah yang didirikan oleh
pemerintah Hindi Belanda sesungguhnya tdaklah diperuntukkan bagi kepentingan
dan kemajuan rakyat Indonesia melainkan untuk kepentingan politik kolonial.
Berikut
adalah Azas Taman Siswa (1922), yaitu:
a. Setiap
orang berhak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat tertibnya persatuan
dalam prikehidupan umum.
b. Pendidikan
yang diberikan kepada anak hendaklah dapat menjadikan manusia yang merdeka
batinnya, fikirannya dan merdeka tenaganya dan bermanfaat untuk kepentingan
bersama.
c. Pendidikan
hendaklah didasarkan atas keadaan dan budaya Indonesia yang selaras dengan
kodrat kita dan akan memberi kedamaian dalam kehidupan.
d. Pendidikan
harus diberikan kepada seluruh rakyat tanpa terkecuali
e. Untuk
dapat mencapai azas kemerdekaan maka kita harus bekerja sesuai dengan kemampuan
sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain
f. Oleh
karena kita bersandar pada kekuatan sendiri maka haruslah kita memikul semua
beban belanja dengan uang sendiri
g. Pendidik
hendaklah mendidik anak dengan sepenuh hati, tulus dan ikhlas, tidak terima
sesuatu tetapi menyerahkan diri untuk berhamba kepada sang anak.
Ada
lima dasar taman siswa yang disebut sebagai panca darma, yaitu: a) Kebudayaan,
b) Kemerdekaan, c) Kodrat Alam, d) Kemanusiaan, e) Kebangsaan.
Tujuan taman
siswa adalah menciptakan manusia merdeka lahir dan batin, yakni manusia yang
mampu untuk senantiasa membudayakan dirinya demi kebahagian dan kedamaian
kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata dengan kata lain manusia
merdeka lahir dan batin adalah manusia yang mampu untuk senantiasa mewujudkan
kemanusiaannya.
2.
Ruang
pendidikan INS Kayutanam
INS pada mulanya
dipimpin oleh Marah Sutan, kemudian oleh Muhammad Syafei. Dimulai dengan 79
murid, dibagi dalam dua kelas, serta masuk secara bergantiankarena gurunya
hanya satu, yaitu Muhammad Syafei. Dinamakan ruang pendidikan karena belajar
dilaksanakan pada tempat yang tidak terbatas dengan konsep belajar dan
mengajar. Dengan demikian belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja
asal punya kemauan.
Azas Ruang
Pendidikan INS Kayu Tanam, yaitu: a) Berfikir logis dan rasional, b) Keaktifan
dan kegiatan, c) Pendidikan masyarakat, d) Memperhatikan pembawaan anak, e)Menentang
intelektualisme.
Tujuan
Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam, yaitu:
a. Mendidik
rakyat ke arah kemerdekaan
b. Memberi
pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
c. Mendidik
para pemuda agar berguna bagi masyarakat
d. Menanamkan
kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab
e. Mengusahakan
mandiri dalam pembiayaan dengan semboyan “Cari sendiri dan kerjakan sendiri”
Usaha-usaha
yang dilakukan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam pada zaman Belanda INS yaitu menyelenggarakan
berbagai ruang pendidikan. Program pendidikan mengutamakan pendidikan
keterampilan. Pada zaman kemerdekaan atas izin pemerintah Belanda, INS
mendirikan Ruang pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (RPPK) di Padang Panjang.
Pada tahun 1952,
ia mendirikan percetakan dan penerbitan yang diberi nama “Sridharma” dan
menerbitkan majalah bulanan bernama “Sendi” dan buku bacaan untuk pemberantasan
buta huruf yang dikenal dengan nama”Kunci 13”. Pada tahun 1953, ia mendirikan
program khusus untuk menjadi guru. Semua usaha atas dilakukan secara mandiri
tanpa mengharapkan bantuan orang lain yang dapat membatasi kebebasannya.
3.
Perguruan
Muhamadiyah
Pendidikan
muhamadiyah lahir seiring dengan latar belakang didirikannya Muhamadiyah, yaitu
karena adanya beberapa gejala yang muncul ketika itu. Azas pendidikan
muhamadiyah adalah Islam dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits.
Tujuan
pendidikan Muhamadiyah ialah membentuk manusia muslim, berkhlak mulia, cakap,
percaya kepada diri sendiri dan berguna untuk mesyarakat negara. Berdasarkan
tujuan tersebut maka target yang ingin dicapai oleh lulusan pendidikan
Muhamadiyah adalah aqidah yang lurus, akhlaqul karimah, akal yang sehat dan
cerdas, keterampilan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Cita-cita
pendidikan muhamadiyah meliputi tiga aspek, yaitu: a) baik budi, alim, dan
beragama, b) luas pandangan, alim dalam ilmu-ilmu dunia, c) bersedia berjuang
untuk kemauan masyarakatnya. Pendidikan muhamadiyah didasarkan pada tajdid,
kemasyarakatan, dan aktivitas.
4.
Perguruan
Diniyah Putri Padang Panjang
Perguruan
Diniyah Putri Padang Panjang didirikan pada tanggal 1 November 1923 di Padang
Panjang oleh Rahmah El Yunusiyah dengan panggilan “Etek Amah”. Rahmah
mendirikan Diniyah Putri dilatarbelakangi oleh rasa tidak puasnya terhadap
Diniyah School yang didirikan tahun 1915 oleh kakak kandungnya, Zainuddin
Labay. Tujuan pendidikan diniyah putri padang panjang adalah melaksanakan
pendidikan dan pengajaran berdasarkan Islam dengan tujuan membentuk wanita yang
berjiwa Islamdan ibu pendidikan yang cakap, aktif, serta bertanggung jawab
tentang kesejahteraan masyarakat dan Tanah Air atas dasar pengabdian kepada
Allah SWT.
Pendidikan
Diniyah didasarkan kepada ajaran Islam dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan
Sunnah. Tujuan pendidikan yang telah dirumuskan diwujudkan melalui program
pendidikan sebagai berikut: program pendidikan umum, program pendidikan yang
bertujuanagar anak didik memiliki cabang ilmu pengetahuan bidang keahlian agama
Islam, program pendidikan yang mengarahkan mereka pada tujuan untuk menjadi ibu
pendidik yang baik, program keterampilan, program pendidikan asrama.
seeeep
BalasHapus